Cara mengatasi tembok retak wajib di ketahui demi kenyamanan rumah dan penghuninya. Tembok retak bila dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan air hujan merembes ke dalam pori-pori dinding. Akibatnya ruangan dalam rumah menjadi lembab.

Masalah tembok retak erat hubungannya dengan pelaburan plesteran dan acian pada saat membangun rumah. Plesteran merupakan penutup batu bata atau batako, yang terbuat dari campuran semen, pasir dan air. Hasil laburan plesteran masih terlihat kasar namun cukup rapi dan kuat menutup dinding batu bata. Sedangkan Acian adalah laburan dinding yang terdiri dari campuran semen dan air saja. Hasil laburan acian ke dinding terlihat sangat halus dan siap dipercantik dengan cat.

Pada dinding rumah retak-retak, penyebab utamanya adalah plesteran dinding rumah yang belum kering benar sudah langsung dilabur aci. Akibatnya kadar air dalam plesteran masih jenuh tertutup oleh semen yang bersifat kedap air. Jadilah dinding mudah retak bahkan acian lepas. Ada banyak hal lagi yang menyebabkan dinding retak. Berikut kami rangkumkan cara mengatasi dinding rumah yang retak untuk Anda.

1. Tembok Retak Pada Bata
Dinding retak pada bata terjadi karena adanya gempa bumi yang menyebabkan pondasi rumah goyang. Retakan semacam ini menyebabkan bata pecah dan menyebabkan keretakan pada plesteran dan acian. Retakan yang terjadi biasanya tegak lurus panjang atau menyamping. Celah retakan akan semakin lebar bila bangunan kembali bergerak.

2. Tembok Retak Pada Saluran Pipa
Tembok yang retak pada saluran pipa listrik atau pipa air disebabkan celah pemasangan pipa tidak dipotong sampai bata. Celah hanya dibuat sampai pada bata saja atau pipa hanya diletakkan di atas bata lalu diplester kembali. Tipe retakan ini menyebabkan celah retakan sepanjang garis pipa.
Cara mengatasi tembok retak pada garis pipa adalah sebagai berikut:
• Buka kembali plester pada saluran pipa kurang lebih selebar lima sentimeter. Bungkuslah pipa dengan kawat ayam. Kemudian isi celah dengan adukan semen dan pasir.
• Biarkan tambalan plesteran kering kurang lebih tiga hari. Setelah kering, rapikan plesteran dengan acian putih.
Cara ini akan membuat retakan saluran pipa tidak kembali lagi. Hiasan dinding ruangan aman Anda dipasang kembali.

3. Tembok Retak karena Beda Bahan
Tembok retak karena berbeda bahan disebabkan karena plesteran menutup sambungan tembok campuran batu bata dengan beton atau kayu. Misalkan pada sambungan pintu, kusen, atau ventilasi. Hal ini menyebabkan plesteran dan acian mudah retak karena pergerakan pemuaian dan penyusutan bahan yang berbeda sifat. Tipe retakan semacam ini berbentuk lurus sepanjang sambungan dan mudah timbul kembali meskipun sudah diperbaiki.

4. Tembok Retak karena Penyusutan
Tembok retak karena penyusutan terjadi karena pelaburan acian terlalu cepat pada blester yang belum kering benar. Sehingga plester belum menyusut karena plester terlalu tebal dalam satu kali laburan. Hal kedua retakan karena penyusutan disebabkan kadar lumpur yang tinggi pada pasir dalam plesteran. Oleh sebab itu acian baru aman dilaburkan minimal dua minggu setelah plesteran berhenti menyusut. Bentuk retakan ini seperti seribu pecahan kulit telur. Cara mengatasi tembok retak karena masalah ini adalah dengan melaburi acian kembali. Gunakan acian putih yang dicampur dengan polimer dua persen. Setelah kering, ratakan dengan amplas halus. Selanjutnya tunggu kering kurang lebih lima hari.

5. Tembok Retak Rambut
Tembok retak dengan bentuk seperti helaian rambut atau akar pohon terjadi karena pelaburan acian yang terlalu dini sebelum plesteran berhenti menyusut atau kering benar. Hal ini juga terjadi apabila pelaburan acian dilakukan pada saat cuaca terik dan berangin kencang. Cara mengatasi tembok retak seribu ini adalah dengan menggunakan base coat atau cat dasar untuk menutupi retakan ini. Apabila retakan-retakan terlihat lebih besar maka Anda perlu melakukan pelaburan plesteran baru.

Demikian cara mengatasi tembok yang retak beserta penyebabnya. Semoga bermanfaat bagi Anda.